Friday, February 20, 2009

Tutug Oncom


Siapa yang ga kenal oncom, makanan murah meriah yang punya rasa khas. Warnanya berbeda-beda ada yang agak kehitaman dan yang kemerahan atau orange. Jujur saya bukan penggemar berat oncom, tapi kalo dibuat isian comro yang pedas saya suka sekali.



tutugomcom1





Oncom dengan mudah bisa di beli dipasar tradisional ataupun di tukang sayur yang lewat depan rumah :D. Kali ini utuk meramaikan eventnya Rurie saya mencoba membuat Tutug Oncom, salah satu makan tradisional dari daerah jawa barat.

Cara membuatnya pun terbilang mudah. Hanya dengan dua kotak oncom kamu bisa merasakan tutug yang enak ini.


tutugoncom3





2 kotak oncom (haluskan atau di penyetkan)

3 siung bawang putih

6 siung bawang merah

4 cm kencur atau bisa ditambahkan bila suka

Daun salam

2 cm Lengkuas

Garam

Gula

Cabe (optional)



tutugoncom2





Cara membuat :

Haluskan bawang putih, bawang merah dan kencur, kemudian tumis hingga harum

Masukkan daun salam dan lengkuas kemudian masukan juga oncom yang sudah dipeyetkan tadi.

Tambahkan gula, garam bila suka bisa ditambahkan penyedap rasa.

Siap dihidangkan , lebih enak bila setelah matang dimasukkan kedalam daun pisang dan dibakar.

Wednesday, February 18, 2009

Warna Ungu di Vanilla Cupcake

Ungu...sapa takut, ungu yang katanya warna jablay ternyata bisa jadi cantik kalau sudah jadi topping cupcake, ga percaya ?

Seminggu lalu saya kepikiran untuk kedua kalinya membuat cupcake. Kali ini resep vanilla cupcake yang lumayan gampang jadi pilihan saya. Vanilla cupcake ini sepertinya jenis butter cake yang padat dan tidak spongy.

Vanilla Cupcake

+/-



Setelah bolak balik sms-an dengan WH aka Widya Hidayat akhirnya diputuskan untuk memakai whipcream bubuk sebagai topping yang katanya lebih enak dibandingkan dengan buttercream.

* lebih endang gulindang mbak * kata Widya :P

Saya sih manut aja, karena memang belum pernah memakai whipcream bubuk sebagai topping kue atau cake. Menurut widya whipcreamnya biar ga lumer diberi sedikit gelatin.


Vanilla Cupcake

Resep cupcakenya saya dapat dari milis, yang ternyata bahannya juga ga terlalu susah dicari dan cara pembuatannya yang gampang.


Vanilla Buttercake

(from the Australian Women’s Weekly)

90 g butter, softened
½ tsp vanilla
½ cup (110 gr) castor sugar
2 eggs
1 cup(150 gr) self raising flour
2 tbsp milk

Preheat oven to moderate (180 C). Line 6 hole tex or 12 hole standard muffin pan with paper cases.

Beat butter, vanilla extract, sugar,eggs, flour and milk in small bowl with electric mixer on low speed until ingredients are just combined. Increase speed to medium, beat until mixture is changed to a paler colour.

Divide mixture among cases,smooth surface.

Bake large cakes about 25 minutes, small cakes about 20 minutes. Turn cakes onto wire rack to cool.


Vanilla Cupcake


Ga sampe satu jam jadi deh si vanilla butter cake dengan topping warna ungu yang kata saya cantik :D, soalnya saya sendiri baru dua kali bikin cupcake apalagi pake topping yang baru saya coba kali ini. Muji diri sendiri ?...biarin...hahahaha, thanks to Widya :D

Sunday, February 15, 2009

Donat Week NCC : Donat Empuk NCC

Setelah saya sukses dengan Donat Kampoeng ala WH aka Widya Hidayat, sekarang ga ada salahnya kalo saya juga mencoba resep lain untuk ikut meramaikan event Donat Week nya NCC.

DonatWeek

+/-


Kali ini saya memakai resep dari NCC, donat yang katanya empuk ini, akhirnya bisa di coba di daput kecil saya. Hasilnya benar-benar empuk, sama dengan donat kampoengnya WH :D


Donat Kentang
Sumber : Natural Cooking Club

Bahan:
500 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr susu bubuk
11 gr ragi instant
200 gr kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100 gr gula psir
75 gr mentega
½ sdt garam
4 btr kuning telur
100 ml air dingin

DonatWeek1


Cara membuatnya:
1. Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instant, aduk rata, masukkan kentang halus ,tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
2. Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 15 menit.
3. Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan 20 menit, hingga mengembang.
4. Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
5. Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat.

Saturday, January 31, 2009

Kaki Gori Kenangan Tak Terlupakan

Kaki gori, es serut khas Jepang yang pasti ada disetipa musim panas. Kalau diingat-ingat, sudah puluhan kali saya beli es serut ini. Es blok biasa yang kemudian di taburi sirup warna-warni diatasnya, bisa dibayangkan haus dahaga di musim panas pasti hilang seketika setelah meneguk es serut ini.


DSC_0629



Sekarang hanya tinggal kenangan, tapi saya masih tetap ingin merasakan manis dan dinginnya si kaki gori tiap kali rasa gerah karena panas melanda saya. Well saya hanya bisa membayangkan satu saat saya bisa menyeruputnya lagi.

KBB #9 : Classic Puff Pastry

Tantangan KBB #9 kali ini mengusung tema pastry dan digawangi oleh Mae juga Rahcmah. Waktu saya baca resep yang ada, lumayan bikin saya bingung dengan panjangnya tulisan yang tertera di resep. Sempat kepusingan juga cari waktu untuk membuat si pastry, karena sekarang waktu saya tidak selonggar dulu.


DSC_0050


+/-



Setelah membaca tips juga trik yang ada di milis, memberanikan dirilah saya untuk mulai membuat pastry. Buatnya jelas mesti malam hari, ternyata resep yang begitu panjang yang tadinyas saya kira bakalan sulit, ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Semuanya berjalan lancar, dari mulai pengulenan sampai pemanggangan. Malah yang bikin pusing adalah waktu pemotretan, karena saya buat proyek ini malam hari, agak sulit untuk memotret langkah-langkahnya.



DSC_0048



Tapi dari hasil dari uji resep pastry ini sama sekali tidak mengecewakan selain renyah dan gurih, juga terbentuk lapisan pastry yang lumayan banyak,dan saya kira cocok sekali disajikan dengan coklat atau selai yang manis.


Classic Puff Pastry



Akhirnya resep ini bisa di taklukan walaupun baru di menit-menit terakhir menjelang pergantian bulan :P. Yang pasti saya akan membuat ladi si pastry lezat ini.

Nah, kalau kamu-kamu ingin membuat pastry sendiri, silahkan kunjungi blog KBB di link berikut : http://klubberanibaking.blogspot.com/

Monday, January 26, 2009

Tukang Patri Sang Penyelamat Tutup Panci

Dulu, jamannya saya masih tinggal di tempat yang lama ada tukang patri langganan yang sering ngider di komplek saya. Si bapak ini sudah lumayan tua, dengan sepedanya tiap hari akhir pekan pasti beliau membunyikan bel sepedanya.

Walau ga mau matri, saya paling suka ngasah pisau dapur saya karena selain jual jasa patri si bapak juga tukang asah pisau :D

Sekarang, saya pindah rumah, baru kemaren tutup panci dandang saya copot karena kepanasan,iya itu tutup panci cantolan atasnya ternyata terbuat dari plastik.


patri

+/-


Ga disangka di komplek saya yang baru, ada juga tukang patri yang ngider, tanpa pikir panjang saya stop si tukang patri. Yang ini juga udah lumayan tua dengan peralatan patri yang dibawanya mulailah si bapak beroperasi memperbaiki tutup panci.

patri

Tangannya mulai cekatan memperbaiki tutup panci saya. Dinyalakannya corong yang tepat berada di depan alat patrinya kemudian keluar deh percikan api yang berfungsi sebagai pemanas seng untuk sambungan tutup panci saya.

DSC_0093

Diputarnya putaran roda di alat patri itu, makin cepat di putar makin besar api yang ada di corong depannya. Setalah menggunting sedikit seng untuk sambungan dibuat lah bentuk melingkar.

DSC_0109

Setelah itu si bentuk ini dipanaskan agar terlekat satu dan lainnya.

DSC_0115

O iya ada satu botol kecil yang katanya bahan kimia yang biasa di beli di pasar, saya sendiri ga tau apa namanya begitu juga beliau tapi bahan kimia itu dipakai untuk memanaskan arang di corong depan alat patri

DSC_0102


Awalnya saya penasaran, karena peralatan patrinya yang terlihat usang, saya tanya sudah berapa lama beliau jadi tukang patri, ternyata hampir 30 thn, si bapak bergelut di dunia perpatrian :P no wonder kalo memang peralatannya udah usang.

DSC_0124

Nah ga berapa lama si bapak mulai menyambungkan aluminium itu dengan cantolan plastik panci saya, ehmmm luamyan cepet juga kerjanya jelas lah 30 tahun gitu loohh...

DSC_0129

Akhirnyaaa..tutup panci saya selesai juga pfuuihhhh..bisa ngukus lagi deh soalnya kalo saya mesti beli yang baru, ehmm pikir dua kali deh, walau panci aluminium ini bukan panci kualitas super,tapi lumayan lah buat rebus-rebus dan ngukus kue juga sayur.

Cuma satu doa saya buat si Bapak, semoga beliau diberi kemudahan dalam bekerja, kesehatan dan rejeki yang lapang...amin